Minasan, konnichiwa!

Ogenki desuka? Semoga kalian semua genki yaa hehe^^
Hari ini, kita akan masuk ke dalam materi grammar alias bunpou, yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah tata bahasa. Dalam tata bahasa Jepang, peran ‘partikel’ sangat penting dalam membentuk suatu kalimat. Ada banyak jenis partikel dalam bahasa Jepang. Pada kesempatan kali ini, aku akan membahas 2 macam partikel dalam bahasa Jepang nih, Minasan. Disimak, ya!

1.       Partikel no

Partikel no memiliki banyak fungsi dalam tata bahasa Jepang, di antaranya:
a.       Sebagai kata tunjuk kepemilikkan
Contoh:
-          Watashi no kaban desu   : Tas (milik) saya / My bag
-          Anata no enpitsu             : Pensil (milik) Anda / Your pencil
-          Sensei no kasa                 : Payung (milik) Ibu guru / Teacher’s umbrella
-          Ano pasokon wa kaisha   : Komputer itu (milik perusahaan) / That computer 
no desu                               is company’s


Sumber: http://jurnalotaku.com/wp-content/uploads/2014/09/randoseru.jpg

b.      Digunakan untuk menggabung dua nomina, nomina yang ada sebelum partikel no menjadi kata keterangan bagi nomina yang ada setelah partikel no
Contoh:
-          Ei go no sensei                  : Guru bahasa Inggris / English teacher
Ei menjadi keterangan bagi kata sensei, dijelaskan mata pelajaran apa yang diajarkan oleh guru.
-          Nihon no kutsu                 : Sepatu buatan Jepang / Shoes that made in Japan
Jepang merupakan keterangan asal negara sepatu dibuat

Sumber: https://ecs12.tokopedia.net/newimg/cache/300/product-1/2015/2/25/230656/230656_96cfb7e0-bcf4-11e4-a521-bb902523fab8.jpg


c.       Untuk menominakan anak kalimat yang berbentuk kata kerja atau kata sifat
Contoh:
-          Kanji o kaku no wa          :  Menulis kanji itu susah sekali / It’s very hard to write 
taihen muzukashii desu        kanji          
-          Kuni e kaeru no wa         : Kapan kamu akan pulang ke negaramu? / When will you go
itsu desuka                           back to your country?

d.      Untuk menggantikan orang atau benda
-          London e iku no wa         : (Orang) yang pergi ke London adalah Tanaka / The person 
Tanaka san desu                 who goes to London is Tanaka
-          Amai no mo karai no       : (Makanan) yang manis ada, yang pedas juga ada / Beside
mo arimasu                          sweet food, there is spicy food as well

Sumber: https://media.timeout.com/images/100644443/image.jpg


2.       Partikel to

a.       Menunjukkan keadaan lebih dari satu benda atau sejenisnya. Memiliki arti 'dan'.
-          Yasumi wa do youbi to   : Saya libur hari Sabtu dan Minggu / I’m off in Saturday and
nichi youbi desu                 Sunday
-          Niku to sakana ga suki    : Saya suka (makan) daging dan ikan / I like (to eat) meat 
desu                                    and fish    

Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjpanodlmNUbk5D9Qfcg1aut1ubRla5OhUDfG0gU4f7dpuJ8VfW-JS4LWPlgQPcr-8JoDL5zlcfNI_dAnLdOsHc8CwQnPtJuPaeAWK1EuX190eSvuQQSRHXtdnBacEbo9L3NluXUqdO6o/s1600/daging.jpg

b.      Menunjukkan pihak lain sebagai lawan dalam melakukan sesuatu. Memiliki arti 'dengan; bersama’.
-          Watashi to Watanabe    : Saya akan pergi menonton film bersama Watanabe / I’ll go to
San wa eiga wo               watch a movie with Watanabe
mimasu
-          Sensei to hanashitei-      : Saya sedang berbicara dengan guru / I’m talking with the
Masu                               teacher


c.       Menunjukkan isi dari apa yang dikatakan/ditanya/didengar/dipikirkan, dsb (menggunakan bentuk informal)
-          Mariko san ga “shichiji made ni gakkou ni kuru you ni” to iimashita.
= Kata Mariko kamu harus datang ke sekolah pukul”. / Mariko said, “you have to be in school at 7 o’clock”.
-          Aiko san wa shinsetsu hito to omoimasu
= Saya pikir/menurut saya, Aiko san orang yang baik./ I think, Aiko is a nice person.

d.      Menunjukkan suatu hal yang akan terjadi/dilakukan segera setelah suatu hal terjadi. Memiliki arti 'begitu, bila, kalau, ketika’
-          Uchi ni tsuku to, nemasu              : Ketika sampai di rumah saya akan tidur / Once i get home, I’ll go to sleep
-          Kono botan o osu to, kippu         : Bila tombol itu ditekan maka tiketnya akan keluar / 
wo demasu                                     If you pushed the button, the ticket will come out

Sumber: http://img.bisnis.com/thumb/posts/2016/04/08/536041/tiket-ka.jpg?w=600&h=400


Jaa, owari~
Selesai sudah pelajaran kita hari ini. Minasan bisa coba praktekkan materi hari ini dengan mencoba menyusun kalimat sederhana dengan 2 partikel di atas. Itung-itung latihan, kaaan ^^

Terima kasih sudah mampir ke blog ini, yaa. Besok kita akan belajar lagi.

Jaa, mata ne!

Sumber referensi:



Minasan, konnichiwa!

Bagaimana kabar kalian?  Aku sedang berada di masa pekan ujian, nih! Doakan aku supaya seluruh ujianku lancar dan bisa mendapat hasil yang memuaskan ya, Minasan. Bagi kalian yang sedang melaksanakan ujian juga, aku ucapkan Good Luck dan ganbatte ne! :D

Hari ini, kita akan melanjutkan pelajaran soal angka dalam bahasa Jepang, nih. Seperti yang pernah aku sampaikan, penggunaan angka dalam bahasa Jepang sangat banyak kategorisasinya. Tidak seperti bahasa Indonesia yang hanya perlu menambah jumlah angka sebelum kata benda, bahasa Jepang justru agak lebih rumit karena penyebutannya akan berbeda bada setiap jenis kata bendanya. Nah, hari ini kita akan belajar tentang "josuushi", atau kata bantu bilangan. Daripada bingung, mari kita simak!

Di dalam bahasa Jepang, penyebutan tanggal pun berbeda antara satu tanggal dengan yang lainnya, tidak seperti Indonesia yang hanya perlu menambahkan kata "tanggal" sebelum menyebut angkanya.

Penyebutan hari
  • ·        Penanggalan

Tanggal 1             :  tsuitachi
Tanggal 2             :  futsuka
Tanggal 3             :  mikka
Tanggal 4             :  yokka
Tanggal 5             :  itsuka
Tanggal 6             :  muika
Tanggal 7             :  nanoka
Tanggal 8             :  yooka
Tanggal 9             :  kokonoka
Tanggal 10           :  tooka
Tanggal 14           :  juuyokka
Tanggal 20           :  hatsuka
Tanggal 24           :  nijuuyokka
Tanggal berapa    :  nan nichi

*) Untuk tanggal 11 dan seterusnya yang tidak tercantum pada poin-poin di atas, hanya tinggal menambahkan “nichi” setelah penyebutan angkanya.
*) Untuk bilangan 17, 27 dan 19, 29 angka terakhir yang digunakan “shichi” bukan “nana”, dan “ku” bukan “kyuu”.

  • ·        Jumlah hari

1 hari                       : ichi nichi
2 hari                       : futsukakan
3 hari                       : mikkakan
4 hari                       : yokkakan
5 hari                       : itsukakan
6 hari                       : muikakan
7 hari                       : nanokakan
8 hari                       : yookakan
9 hari                       : kokonokakan
10 hari                     : tookakan
20 hari                     : hatsukakan
Berapa hari              : nan nichikan

Sebaliknya dengan penyebutan bulan, Minasan. Dalam bahasa Jepang tidak mengenal istilah penamaan bulan, tapi hanya perlu menyebut seperti "bulan 1, bulan 2" dan seterusnya.

Penyebutan bulan
  • ·        Nama bulan

Januari           : ichi gatsu
Februari         : ni gatsu
Maret             : san gatsu
April              : shi gatsu (bukan yon gatsu)
Mei                : go gatsu
Juni                : roku gatsu
Juli                 : shichi gatsu (bukan nana gatsu)
Agustus          : hachi gatsu
September      : ku gatsu (bukan kyuu gatsu)
Oktober          : juu gatsu
November      : juu ichi gatsu
Desember       : juu ni gatsu
Bulan apa       : nan gatsu

  • ·        Jumlah bulan

1 bulan           : ikkagetsu
3 bulan           : sankagetsu
6 bulan           : rokkagetsu
12 bulan         : juunikagetsu
Berapa bulan  : nankagetsu



Sumber: http://jepang.panduanwisata.id/files/2014/05/Kalender-jepang31.jpg

Nah, selanjutnya, kita akan membahas penyebutan jumlah barang atau kata bantu bilangan dalam bahasa Jepang nih, Minasan. Setiap jenis benda dibedakan menurut kategori ukuran, bentuk, atau jenisnya. Simak baik-baik agar paham ya, Minasan!^^

Bilangan Bertingkat dan Menghitung Benda / Kata Bantu Bilangan

  • ·        Bilangan bertingkat :

Pertama = Daichi
Kedua = Daini
Ketiga = Daisan
Keempat = Daiyon
Kelima = Daigo
Kesebelas = Daijuuichi
Kelimabelas = Daijuugo
Keduapuluh = Dainijuu

  • ·        Menghitung Benda / Kata Bantu Bilangan ( Josuushi )

Menghitung benda dalam bahasa jepang juga memliki satuan yang berbeda-beda seperti halnya dalam bahasa Indonesia. Diantaranya adalah sebaga berikut:

1.   Kata bilangan untuk menghitung benda-benda umum seperti meja, kursi, lemari, asbak, vas, jeruk, apel, dan roti, adalah menggunakan TSU () :
Hitotsu = 1 buah
futatsu = 2 buah
mitsu = 3 buah
yottsu = 4 buah
itsutsu = 5 buah
mutsu = 6 buah
nantsu  = 7 buah
yattsu = 8 buah
kokonotsu = 9 buah
too = 10 buah
berapa buah = ikutsu?

2. Kata bilangan untuk menghitung orang adalah menggunakan NIN (にん), kecuali untuk kuantitas 1 dan 2:
hitori = 1 orang
futari = 2 orang
sannin = 3 orang
yonnin = 4 orang
dan seterusnya
berapa orang = nannin?

3. Kata bilangan untuk menghitung benda tipis / pipih (prangko, kertas, amplop, baju, disket, piring, dll) adalah menggunakan MAI (まい ) :
Ichimai = 1 lembar
nimai = 2 lembar
sanmai = 3 lembar
dan seterusnya.
berapa lembar = nanmai?

4. Kata bilangan untuk benda panjang (pena, botol, tongkat, paying, rokok, celana, pohon, dll) Adalah menggunakan HON (ほん) :
Ippon = 1 buah
nihon = 2 buah
sanbon = 3 buah
yonhon = 4 buah
gohon = 5 buah
roppon = 6 buah
nanahon = 7 buah
happon = 8 buah
kyuuhon = 9 buah
jupon = 10 buah
dan seterusnya.

5. Kata bilangan untuk mangkok, gelas, sendok, adalah HAI (はい)
Ippai = 1 buah
nihai = 2 buah
sanbai = 3 buah
yonhai = 4 buah
gohai = 5 buah
roppai = 6 buah
shichihai = 7 buah
nanahai = 7 buah
Hachihai = 8 buah
Kyuuhai = 9 buah
juuhai = 10 buah
dan seterusnya.



Sumber: https://ae01.alicdn.com/kf/HTB10csEOpXXXXbPXXXXq6xXFXXXc/HOT-Sale-Cartoon-Baby-Rice-font-b-Soup-b-font-font-b-Bowls-b-font-Set.jpg

6. Kata bilangan untuk menghitung benda yang berpasangan ( sepatu, kaos kaki, sandal, dll ) menggunakan SOKU (そく) :
issoku = 1 pasang
nisoku = 2 pasang
sanzoku = 3 pasang
yonsoku = 4 pasang
gosoku = 5 pasang
rokusoku = 6 pasang
shichisoku = 7 pasang
hassoku = 8 pasang
kyusoku = 9 pasang
jissoku = 10 pasang
dan seterusnya.

7. Kata bilangan untuk menghitung benda yang berjilid seperti buku, majalah, kamus, komik, alquran, dll, adalah menggunakan SATSU(さつ) :
Issatsu = 1 jilid
nissatsu = 2 jilid
sansatsu = 3 jilid
yonsatsu = 4 jilid
gosatsu = 5 jilid
dan seterusnya.

8. Kata bilanagan untuk menghitung benda yang tajam seperti gunting, pisau, sabit, cangkul, dll adalah menggunakan CHO (ちょ) :
itcho = 1 buah
nicho = 2 buah
sancho = 3 buah
yoncho = 4 buah
gocho = 5 buah
dan seterusnya.

9. Kata bilangan untuk menghitung berapa tingkat atau lantai bangunan, dan berapa kali (frekuensi) melakukan sesuatu adalah menggunakan KAI (かい) :
ikkai = 1 kali / lantai 1
nikai = 2 kali / lantai 2
sankai / sangai = 3 kali / lantai 3
yonkai = 4 kali / lantai 4
gokai = 5 kali / lantai 4
dan seterusnya
lantai berapa = nankai?

10. Kata bilangan untuk menghitung bangunan / gedung / rumah,  menggunakan KEN (けん) :
Ikken = 1 gedung
niken = 2 gedung
sangen = 3 gedung
yonken = 4 gedung
goken = 5 gedung
rokken = 6 gedung
sichiken = 7 gedung
hakken = 8 gedung
kyuuken = 9 gedung
jukken = 10 gedung
dan seterusnya.
Berapa banyak gedung = nangen?

11. Kata bilangan untuk menghitung jumlah benda-benda bermesin ( mobil, motor, jam, komputer, TV, radio, Telepon, listrik, dll adalah menggunakan DAI (だい) :
Ichidai = 1 buah
nidai = 2 buah
sandai = 3 buah
yondai = 4 buah
godai = 5 buah
dan seterusnya.
berapa banyak/buah = nandai?

12. Kata bilangan untuk menghitung jumlah binatang besar seperti gajah, sapi, kuda, unta, jerapah, dll adalah menggunakan TOO (とう) :
ittoo =  1 ekor
nitoo = 2 ekor
santoo = 3 ekor
yontoo = 4 ekor
gotoo = 5 ekor
rokutoo = 6 ekor
nanatoo = 7 ekor
hattoo = 8 ekor
kyuutoo = 9 ekor
jutto = 10 ekor
dan seterusnya
berapa ekor = nantoo?

13. Kata bilangan untuk menghitung jumlah binatang kecil seperti kucing, anjing, monyet, ikan, ular, cicak, serangga, kutu, dll) menggunakan HIKI (ひき) :
Ippiki = 1 ekor
nihiki = 2 ekor
sanbiki = 3 ekor
yonhiki = 4 ekor
gohiki = 5 ekor
roppiki = 6 ekor
nanahiki = 7 ekor
happiki = 8 ekor
kyuuhiki = 9 ekor
juppiki = 10 ekor
dan seterusnya
berapa ekor = nanbiki?


Sumber: https://pixabay.com/p-304268/?no_redirect

14. Kata bilangan untuk menyatakan umur, menggunakan SAI (さい) :
Issai = (umur) 1 tahun
nisai = (umur) 2 tahun
sansai = (umur) 3 tahun
yonsai = (umur) 4 tahun
gosai = (umur) 5 tahun
rokusai = (umur) 6 tahun
nanasai = (umur) 7 tahun
hassai = (umur) 8 tahun
kyuusai = (umur) 9 tahun
juusai = (umur) 10 tahun
dan seterusnya untuk angka belasan dan puluhan mengikuti imbuhan angka terakhir.
                  
Jaa, owari~
Selesai sudah pelajaran kita hari ini. Minasan bisa mulai mempraktekkan menyebut jumlah bilangan pada benda di sekitar Minasan loh untuk latihan :D Siapa tau dengan sering-seringnya latihan Minasan bisa cepat hafal pengkategorisasian benda untuk kata bantu bilangan dalam bahasa Jepang seperti yang sudah kita pelajari hari ini^^

Terima kasih sudah mampir ke blog ini, yaa. Besok kita akan belajar lagi.

Jaa, mata ne!


Sumber referensi:
Minasan, konnichiwa!

Bagaimana kabar kalian? Semoga kalian sehat dan baik-baik saja, ya!

Hari ini, kita akan belajar soal angka dalam bahasa Jepang, nih. Bicara soal angka, angka itu sangat luas penggunaannya, ya, Minasan. Bisa untuk penjumlahan, mata uang, penyebutan hari, bahkan penyebutan jumlah barang yang dalam bahasa Jepang akan terbagi lagi menurut jenis barangnya.


Sumber: http://www.a-chi.jp/_botan/suuji-1.jpg

Sebelum membahas lebih jauh tentang penggunaan angka itu sendiri, yuk kita kenali dulu bilangan inti dalam bahasa Jepang!


0 = zero / rei                                       6 = roku
1 = ichi                                              7 = shichi / nana
2 = ni                                                 8 = hachi
3 = san                                               9 = kyuu / ku
4 = yon / shi                                       10 = juu
5 = go

Lalu, bagaimana cara penyebutan bilangan-bilangan setelah angka 10? Nah, rumusnya tidak terlalu berbeda dengan penyebutan bilangan dalam Bahasa Indonesia, Minasan. Sebagai contoh, mari kita ambil angka 11.

11 = 10 + 1, sehingga penyebutannya pun menjadi -> juu + ichi = juuichi. Begitu seterusnya. Sebagai contoh, simak penyebutan angka berikut:

12 = juuni                                          17 = juunana
13 = juusan                                        18 = juuhachi
14 = juuyon                                       19 = juukyuu
15 = juugo                                        
16 = juuroku

Nah untuk bilangan puluhan seperti 20, 30, 40, dan seterusnya, rumusnya sedikit berbeda, Minasan. Mari kita simak.

20 = 2 x 10 -> ni x juu = nijuu
30 = 3 x 10 -> san x juu = sanjuu
40 = 4 x 10 -> yon x juu = yonjuu
50 = 5 x 10 -> go x juu = gojuu

Kemudian, untuk penyebutan angka setelah bilangan di atas, kembali lagi pada rumus sebelumya.

21 = 20 + 1 -> nijuu + ichi = nijuuichi
22 = 20 + 2 -> nijuu + ni = nijuuni
33 = 30 + 3 -> sanjuu + san = sanjuusan
34 = 30 + 4 -> sanjuu + yon = sanjuuyon
45 = 40 + 5 -> yonjuu + go = yonjuugo
46 = 40 + 6 -> yonjuu + roku = yonjuuroku
57 = 50 + 7 -> gojuu + nana = gojuunana
58 = 50 + 8 -> gojuu + hachi = gojuuhachi
69 = 60 + 9 -> rokujuu + kyuu = rokujuukyuu

*Perlu diingat, ya, Minasan. Pada penyebutan jumlah angka, mata uang, ataupun nomor telfon, untuk angka 4, 7, dan 9, yang digunakan adalah yon, nana, dan kyuu. Sedangkan shi, shichi, dan ku digunakan untuk penyebutan bulan dan jam (yo untuk angka 4, bukan shi).

Sumber: http://hiragananinja.tk/wp2/wp-content/uploads/2015/02/japanese-numbers-01.png


Kemudian, untuk bilangan yang lebih besar lagi, penyebutan dalam bahasa Jepangnya adalah sebagai berikut.

100 = hyaku
1000 = sen
10000 = man
100000000 = oku
200 = 2 x 100 = nihyaku
2000 = 2 x 1000 = nisen
20000 = 2 x 10000 = niman
Untung angka 3, 6, dan 8, cara penyebutannya agak spesial, Minasan!
300 = sanbyaku (baca: sambyaku), bukan sanhyaku
3000 = sanzen, bukan sansen
600 = roppyaku, bukan rokuhyaku
800 = happyaku, bukan hachihyaku
8000 = hassen, bukan hachihyaku

Kemudian untuk membaca bilangan dengan banyak angka, atau angka yang berbeda, pasti Minasan pikir akan terasa sulit, ya? Jangan patah semangat, Minasan! Ayo kita coba.

938 = kyuuhyakusanjuuhachi (sembilan ratus, tiga puluh, delapan)

Jadi mulailah dengan membaca dari depan, sama halnya dengan bahasa Indonesia.

Contoh lain:

1945 = senkyuuhyakuyonjuugo (seribu, sembilan ratus, empat puluh, lima)

Sekarang, mari kita naik ke tingkat yang sedikit lebih sulit. Bagaimana untuk bilangan dengan jumlah digit lebih dari 4? Lima digit atau bahkan lebih. Bagaimana rumus penyebutannya? Mari kita simak.

Untuk orang Jepang, mereka biasa memenggal tiap empat digit dari belakang untuk sebuah bilangan yang terbilang “ramai”, untuk memudahkan mereka. Kita umumnya memenggal tiap 3 digit bukan, Minasan? Nah, semoga kesamaan Indonesia dan Jepang dalam memenggal digit-digit angka ini dapat memudahkan Minasan untuk mempelajari materi ini!^^

85679, bagaimana cara menyebutkannya? Jangan panik, Minasan. Pertama, mari kita penggal 4 digit dari belakang.

8 | 3679
Hachiman | sanzenroppyakunanajuukyuu

9342109 -> 934 | 2109
Kyuuhyakusanjuuyonman | nisenhyakukyuu

Mengapa setelah dipenggal menjadi sisa digit di depan dibaca dengan man? Tentu karena 4 digit yang dipenggal itu menunjukkan 10000 yang dalam bahasa Jepang disebut man. Oleh karena itu, sisa digit di depan lah yang dianggap sebagai angka puluhan ribu.
Selanjutnya, coba kerjakan soal di bawah ini, ya, Minasan!

1.     57
2.     82
3.     591
4.     746
5.     8924
6.     1256
7.     31874
8.     48692
9.     879123
1.    217398

Jaa, owari~
Selesai sudah pelajaran kita hari ini. Minasan bisa coba kerjakan soal-soal yang aku berikan, ya! Bisa juga Minasan rangkai angkanya sendiri. Minasan bisa latihan lewat kolom komentar atau email aku jawaban Minasan bila ingin dikoreksi. Itung-itung latihan, kaaan ^^

Terima kasih sudah mampir ke blog ini, yaa. Besok kita akan belajar lagi.

Jaa, mata ne!


Sumber referensi: